1. Peningkatan Kapasitas & Penciptaan Eksportir Baru (Capacity Building)

Program ini dirancang untuk mencetak pengusaha lokal baru agar siap bersaing di pasar global.
  1. Sekolah Ekspor Banten: Pelatihan hulu ke hilir mencakup kurikulum riset pasar, pembiayaan, hingga kepatuhan standar internasional (sertifikasi).
  2. Klinik Ekspor & Pendampingan: Bimbingan teknis pembuatan dokumen ekspor, pengemasan (packaging), dan legalitas usaha (seperti NIB dan perizinan terkait).
  3. Fokus Komoditas Unggulan: Melatih eksportir untuk memaksimalkan produk khas Banten seperti produk pertanian (sarang burung walet, manggis, melati) hingga produk manufaktur/tekstil. 

2. Sinergi & Fasilitasi Perizinan Daerah

Merespons tantangan di mana perizinan ekspor nasional masih terpusat di Jakarta, GPEI Banten mengadvokasi kemudahan bagi pengusaha lokal. [1]
  1. Advokasi Desentralisasi: Mendorong pemerintah agar pengurusan dokumen ekspor dapat lebih optimal di wilayah Banten sehingga perusahaan besar tidak perlu lagi mengurus administrasi di ibu kota. [1]
  2. Fasilitasi Logistik: Bekerjasama dengan otoritas pelabuhan (Pelindo) dan Bea Cukai setempat untuk mengefisienkan biaya pengiriman dan kelancaran arus barang dari kawasan industri Banten. [1]

3. Perluasan Pasar dan Peningkatan Nilai Ekspor (Market Penetration)

Membuka akses pasar global yang lebih luas bagi pelaku usaha di Banten melalui pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional (seperti CEPA). [1]
  1. Misi Dagang & Business Matching: Memfasilitasi pertemuan antara eksportir Banten dengan buyer (pembeli) internasional dan perwakilan dagang di luar negeri.
  2. Optimalisasi Pasar Baru: Mendorong diversifikasi pasar ekspor, tidak hanya ke negara tradisional tetapi juga ke kawasan Eropa, Kanada, atau Timur Tengah. [1]
  3. Partisipasi Pameran: Mengikutsertakan anggota GPEI Banten dalam pameran internasional bergengsi seperti Trade Expo Indonesia (TEI). [1]

4. Peningkatan Pembiayaan & Daya Saing

Mengatasi hambatan modal yang sering dialami oleh pengusaha lokal.
  1. Akses Pembiayaan Ekspor: Membuka akses kemitraan dengan perbankan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan instansi pemerintah terkait fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus ekspor. [1]
  2. Digitalisasi Eksportir: Mendorong pengusaha menggunakan platform digital (B2B e-commerce) untuk memotong rantai distribusi dan menjangkau pembeli global secara langsung.